Jumat, 18 Maret 2011

Ancaman ,krisis nuklir di Jepang..!

Para Insinyur Jepang berusaha keras untuk memulihkan keberadaan reaktor nuklirnya.
Menginstalasi kembali kabel-2 yang terhubung ke pembangkit tenaga listrik, dengan harapan dapat mempompa kembali air dingin kedalam batang-2 bahan bakar yang terlalu panas untuk mencegah bahaya bencana radioaktif.

Para pejabat setempat mengatakan instalasi 2 reaktor nuklir akan diperbaiki pada hari Jum'at (18/maret/2011) dan 2 reaktor nuklir lainnya pada hari Minggu (20/maret/2011), pada pagi hari mereka berhenti bekerja, untuk memberi kesempatan helikopter-2 dan truk-2 pemadam kebakaran untuk mengisi air ke kolam-2 sekitar bangunan reaktor tersebut, di Daiichi Fukushima (sekitar 240 Km utara Tokyo).

" Sejauh ini persiapan dan pekerjaan cepat tidak berjalan sesuai harapan , kata seorang pejabat pabrik operator Tokyo Electric Power Co (TEPCO) dalam jumpa pers,
dan juga menambahkan para Insinyur selalu diperiksa akan bahaya radioaktif yang ditimbulkan.

AS dan para investor telah mengeluarkan peringatan bahaya bencana radiasi yang ditimbulkan atas kebocoran reaktor nuklir akibat gempa berkekuatan 9,0 dan tsunami seminggu yang lalu yang memicu serangkaian ledakan yang merusak dan membahayakan reaktor nuklir dan tangki penyimpanan bahan bakar bekas.

Skenario kasus terburuk akan melibatkan jutaan orang di Jepang terancam oleh serangan bahan radioaktif, juga angin yang cenderung membawa apapun yang terkontaminasi asap atau uap jauh masuk ke daerah Tokyo yang padat penduduk dan melintas ke samudra Pasifik.

Presiden Barack Obama mengatakan krisis yang ditimbulkan sangat beresiko untuk setiap wilayah AS. Dia tetap memerintahkan kajian komprehensif dari pembangkit listrik tenaga nuklir dalam negerinya.

"Kami tidak mengharapkan tingkat radiasi yang berbahaya untuk mencapai Amerika Serikat, apakah itu Pantai Barat, Hawaii, Alaska, atau wilayah AS di Pasifik," kata Obama. "Itu adalah penilaian kita ,dan Komisi Regulator Nulir dan ahli lainnya."

Graham Andrew, pembantu senior, yang menyebutkan situasi di pabrik "cukup stabil", tetapi pemerintah mengatakan asap putih atau uap masih mengepul dari tiga reaktor dan helikopter digunakan untuk mengisi air pada kolam telah menunjukkan gambaran sejumlah kecil radiasi.

"Situasi masih sangat serius, tapi belum ada yang signifikan memburuk sejak kemarin," kata Andrew.

Bahkan jika TEPCO berhasil power penghubung, tidak jelas apakah pompa akan bekerja atau mungkin telah rusak dalam gempa bumi dan ledakan-2 secara beruntun.

Para pejabat AS berusaha keras untuk tidak mengkritik pemerintah Jepang, tetapi tindakan Washington menunjukkan toleransi dengan sekutu dekatnya tentang ancaman bahaya dari kecelakaan nuklir terburuk di dunia sejak bencana Chernobyl pada tahun 1986.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar